Sunday, October 19, 2014

Chicken Barbeque Sauce



Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
5 buah paha ayam bawah
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh air jeruk lemon

Bahan Pencelup (aduk Rata):
50 gram tepung bumbu serbaguna
50 ml air

Bahan Pelapis (aduk Rata):
100 gram tepung terigu protein sedang
15 gram tepung beras
1/2 sendok makan maizena
1/4 sendok teh baking powder
1/8 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh garam

Bahan Saus:
1/2 buah bawang bombay, cincang halus
100 gram barbeque sauce
2 sendok makan saus tomat
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh gula pasir
1/4 sendok teh merica hitam kasar
1 batang peterseli, cincang halus
50 ml air
Cara membuat:

    Lumuri ayam dengan garam dan air jeruk lemon. Diamkan 15 menit.
    Celup ke bahan pencelup. Gulingkan ke bahan pelapis sambil dicubit-cubit hingga keriting.
    Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan diatas api sedang hingga matang.
    Saus, tumis bawang bombay hingga harum. Tambahkan barbeque sauce, saus tomat, garam, gula pasir, dan merica hitam kasar. Aduk rata.
    Tuang air. Masak hingga kental. Masukkan peterseli cincang. Aduk rata.
    Masukkan ayam. Aduk hingga terbalut.



Untuk 5 porsi

Saturday, October 18, 2014

Cara Membuat Abon yang Baik dan Enak



Proses pembuatan abon sebenarnya tidak terlalu susah, hanya butuh ketelatenan pada proses pencabikan bahan menjadi serat yang lebih halus. Bagi yang memiliki mesin pencabik, membuat abon merupakan pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. Namun bagi yang tidak memilikinya, jangan berkecil hati, anda tetap bisa membuat abon.

Agar abon buatan anda rasanya enak dan teksturnya bagus, ikuti saja tipsnya berikut ini :

    Pilihlah bahan yang masih segar dan berkualitas baik, agar hasil abonnya juga berkualitas. Jika membuat abon daging sapi, pilihlah daging yang tidak banyak lemaknya dan jaringan ikat atau biasa dikenal dengan otot sapi. Sedangkan untuk membuat abon dari nangka muda atau keluwih, pilihlah yang muda karena selain daging buahnya banyak, beton / biji nangka mudanya juga sedikit.
    Untuk mendapatkan abon yang gurih, tambahkan saja santan. Lebih disarankan santannya diperas dari buah kelapa segar.
    Gunakan rempah dan bumbu yang masih segar, karena selain sebagai penambah rasa, rempah juga berfungsi sebagai pengawet pada proses pembuatan abon. Walau demikian, penggunaan rempah seperlunya saja, jangan berlebihan karena akan mempengaruhi rasa abon yang asli.
    Gula selain penambah cita rasa abon, juga berfungsi memperbaiki tekstur. Jika hasil abon yang diharapkan cokelat, pilihlah gula merah, sedang jika sebaliknya ingin abon tidak terlalu cokelat, pilihlah gula pasir.
    Daya simpan abon dipengaruhi juga minyak goreng yang digunakan, karenanya gunakan minyak yang masih baru bukan bekas menggoreng bahan makanan lain. Pastikan pula minyak yang kita gunakan sudah dimurnikan, agar abon tidak cepat tengik.
    Goreng adonan abon dalam minyak panas dan api sedang agar tidak menyerap banyak minyak dan matangnya sempurna.
    Pisahkan abon dengan bantuan garpu setelah diangkat dari penggorengan agar tidak ada yang menggumpal.
    Jika bahan yang dibuat abon teksturnya liat seperti daging, jantung pisang dan keluwih, sebaiknya bahan dimatang dengan teknik rebus. Sedangkan jika bahan bertekstur lunak, matangkan bahan dengan cara dikukus. Gunakan suhu yang tidak terlalu tinggi agar warna dan teksur bahan tetap terjaga.
    Pada proses perebusan gunakan air secukupnya saja, kalau bisa begitu bahan matang air sudah habis. Jika terdapat sisa air yang banyak, sebaiknya peras dahulu bahan dengan bantuan kain agar tiris.
    Untuk mendapatkan serat yang lebih halus, setelah bahan direbus, memarkan dahulu dengan ulekan atau alat pemukul daging sebelum dicabik-cabik. Atau bisa juga menggunakan parut untuk mendapatkan serat.
    Selama proses menggoreng abon sebaiknya diaduk agar matangnya bisa merata.
    Pastikan minyak benar-benar tiris sebelum abon disimpan atau dikemas di tempat kedap udara agar tidak cepat tengik dan berjamur.

Thursday, October 16, 2014

Diet dan Olahragabagi penderita DIABETES






Diabetes bukan penyakit baru. Sejak 1552 SM penyakit yang ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak serta penurunan berat badan yang drastis ini, sudah dikenal dan disebut dengan istilah Poliuria. Tahun 400 SM, seorang penulis India Sushratha menamainya “penyakit kencing madu”. Nama diabetes mellitus (diabetes = mengalir terus, mellitus = manis) akhirnya diberikan oleh Aretaeus sekitar 200 tahun sebelum Masehi.

Mengelola penyakit ini sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat.
Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar glukosa dalam darah di atas 120 mg/dl dalam kondisi berpuasa, dan di atas 200 mg/dl setelah dua jam makan. Tanda lain yang lebih nyata adalah apabila air seninya positif mengandung gula.

Diabetes muncul lantaran hormon insulin yang dikeluarkan oleh sel-sel beta dari pulau langerhans (struktur dalam pankreas yang bertugas mengatur kadar gula dalam darah) tidak lagi bekerja normal. Akibatnya, kadar gula dalam darah meninggi. Bila keadaan ini berlanjut dan melewati ambang batas ginjal, zat gula akan dikeluarkan melalui air seni.

Sejauh ini dikenal dua kelompok penderita diabetes yakni mereka yang terkena sejak kecil atau remaja, dan mereka yang terkena ketika sudah dewasa (kebanyakan usia 50 tahun ke atas). Penderita diabetes sejak muda kebanyakan membutuhkan suntikan insulin, sementara yang dimulai di usia dewasa tidak.

Sejak ditemukan hormon insulin oleh Banting dan Best dari Kanada pada 1921, penderita diabetes yang membutuhkan insulin dapat diatasi sehingga angka kematian dan keguguran bayi pada ibu hamil yang menderita diabetes semakin berkurang. Selain hormon insulin, Franke dan Fuchs (1954) melakukan uji coba obat antidiabetes dan terbukti banyak menolong para penderita.

Diabetes memang penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun dengan perawatan yang baik, setiap penderita dapat menjalani kehidupannya secara normal.

Diet dan olahraga

Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini. Menurut dr. Elvina Karyadi, M.Sc., ahli gizi dari SEAMEO-Tropmed UI, ada dua golongan karbohidrat yakni jenis kompleks dan jenis sederhana. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi lebih dari satu rantai glukosa sedangkan yang lain hanya satu. Di dalam tubuh karbohidrat kompleks seperti dalam roti atau nasi, harus diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti es krim, jeli, selai, sirup, minuman ringan, dan permen, langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah langsung melejit.

Dari sisi makanan penderita diabetes lebih dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll. Sedangkan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo, jeruk, nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, tidak dianjurkan.

Peneliti gizi asal Universitas Airlangga, Surabaya, Prof. Dr. Dr. H. Askandar Tjokroprawiro, menggolongkan diet atas dua bagian, A dan B. Diet B dengan komposisi 68% karbohidrat, 20% lemak, dan 12% protein, lebih cocok buat orang Indonesia dibandingkan dengan diet A yang terdiri atas 40 – 50% karbohidrat, 30 – 35% lemak dan 20 – 25% protein. Diet B selain mengandung karbohidrat lumayan tinggi, juga kaya serat dan rendah kolesterol. Berdasarkan penelitian, diet tinggi karbohidrat kompleks dalam dosis terbagi, dapat memperbaiki kepekaan sel beta pankreas.

Sementara itu tingginya serat dalam sayuran jenis A(bayam, buncis, kacang panjang, jagung muda, labu siam, wortel, pare, nangka muda) ditambah sayuran jenis B (kembang kol, jamur segar, seledri, taoge, ketimun, gambas, cabai hijau, labu air, terung, tomat, sawi) akan menekan kenaikan kadar glukosa dan kolesterol darah.

Bawang merah dan putih (berkhasiat 10 kali bawang merah)serta buncis baik sekali jika ditambahkan dalam diet diabetes karena secara bersama-sama dapat menurunkan kadar lemak darah dan glukosa darah.

Pola 3J

Ahli gizi lain, dr. Andry Hartono D.A. Nutr., dari RS Panti Rapih, Yogyakarta menyarankan pola 3J: yakni jumlah kalori, jadwal makan, dan jenis makanan.

Bagi penderita yang tidak mempunyai masalah dengan berat badan tentu lebih mudah untuk menghitung jumlah kalori sehari-hari. Caranya, berat badan dikalikan 30. Misalnya, orang dengan berat badan 50 kg, maka kebutuhan kalori dalam sehari adalah 1.500 (50 x 30). Kalau yang bersangkutan menjalankan olahraga, kebutuhan kalorinya pada hari berolahraga ditambah sekitar 300-an kalori.

Jadwal makan pengidap diabetes dianjurkan lebih sering dengan porsi sedang. Maksudnya agar jumlah kalori merata sepanjang hari. Tujuan akhirnya agar beban kerja tubuh tidak terlampau berat dan produksi kelenjar ludah perut tidak terlalu mendadak.

Di samping jadwal makan utama pagi, siang, dan malam, dianjurkan juga porsi makanan ringan di sela-sela waktu tersebut(selang waktu sekitar tiga jam).

Yang perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seperti nasi, daging berlemak, jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, cake, coklat, dendeng, makanan gorengan. Sayuran berwarna hijau gelap dan jingga seperti wortel, buncis, bayam, caisim bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, begitu pula dengan buah-buahan segar. Namun, perlu diperhatikan bila penderita menderita gangguan ginjal, konsumsi sayur-sayuran hijau dan makanan berprotein tinggi harus dibatasi agar tidak terlalu membebani kerja ginjal.

Diet kalori terbatas

Penderita bisa mengikuti contoh susunan menu diet B untuk 2.100 kalori (Simbardjo dan Indrawati, B.Sc. dari bagian ilmu gizi RSUD Dr. Sutomo Surabaya) seperti pada Tabel 1. Diet B tinggi serat itu termasuk diet diabetes umum, yang tidak menderita komplikasi, tidak sedang berpuasa atau pun sedang hamil.

Menu diet B terdiri dari:

Protein

Lemak

Karbohidrat

Kolesterol
   

65.49 g

45.89 g

377.45 g

112.5 mg

Makan pagi (pk. 06.30)

Nasi

Daging

Tempe

Sayuran A

Sayuran B

Minyak
   

110 g

25 g

25 g

100 g

25 g

5 g

Selingan (09.30)

Pisang
   

200 g

Makan siang (12.30)

Nasi

Daging

Tempe

Sayuran A

Sayuran B

Minyak
   

150 g

40 g

25 g

100 g

50 g

10 g

Selingan (15.30)

Pisang/kentang

Pepaya
   

200 g

100 g

Makan malam (18.30)

Nasi

Daging

Tempe

Sayuran A

Sayuran B

Minyak
   

150 g

25 g

25 g

100 g

50 g

10 g

Selingan (21.30)

Pisang/kentang

Pepaya
   

200 g

100 g

Sedangkan buku panduan “Perencanaan Makan Penderita Diabetes dengan Sistem Unit” terbitan Klinik Gizi dan Klinik Edukasi Diabetes RS Tebet, menuliskan tentang prinsip dasar diet diabetes, dengan pemberian kalori sesuai kebutuhan dasar. Untuk wanita, kebutuhan dasar adalah (Berat Badan Ideal x 25 kalori)ditambah 20% untuk aktivitas. Sedangkan untuk pria, (Berat Badan Ideal x 30 kalori) ditambah 20% untuk aktivitas. Untuk menentukan berat badan ideal (BBI) bisa diambil patokan: BBI = Tinggi Badan (cm) – 100 cm – 10%.

Contoh, seorang pria bertinggi badan 164 cm, berat badan 70 kg, maka BBI = 64 kg – 10% = 58 kg. Kebutuhan kalori dasar = 58 x 30 kalori = 1.740 kalori. Ditambah kalori aktivitas 20% = 2.088 kalori. Jadi, pria ini memerlukan diet sekitar 2.000 kalori sehari.

Namun, rumusan ini tidak mutlak. Bila pasien sedang sakit, aktivitas berubah, atau berat badan jauh dari ideal, maka kebutuhan kalori akan berubah. Bila berat badan berlebih, jumlah kalori dikurangi dari kebutuhan dasar. Sebaliknya, bila pasien mempunyai berat badan kurang, jumlah kalori dilebihkan dari kebutuhan dasar. Begitu berat badan mencapai normal, jumlah kalori disesuaikan kembali dengan kebutuhan dasar.

Prinsip makan selanjutnya adalah menghindari konsumsi gula dan makanan yang mengandung gula. Juga menghindari konsumsi hidrat arang olahan yakni hidrat arang hasil dari pabrik berupa tepung dengan segala produknya. Ditambah lagi mengurangi konsumsi lemak dalam makanan sehari-hari (lemak binatang, santan, margarin, dll.), sebab tubuh penderita mengalami kelebihan lemak darah.

Yang perlu diperbanyak justru konsumsi serat dalam makanan, khususnya serat yang larut air seperti pektin (dalam apel), jenis kacang-kacangan, dan biji-bijian (bukan digoreng).

Bila penderita juga mengalami gangguan pada ginjal, yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi protein. Umumnya, digunakan rumus 0,8 g protein per kilogram berat badan. Bila kadar kolesterol/trigliserida tinggi, disarankan melakukan diet rendah lemak. Bila tekanan darahnya tinggi, dianjurkan mengurangi konsumsi garam.

Kegagalan berdiet bisa disebabkan karena pasien kurang berdisiplin dalam memilih makanannya atau tidak mampu mengurangi jumlah kalori makanannya. Bisa juga penderita tidak mempedulikan saran dokter.

Untuk memudahkan penerapan, dibuat sistem unit 80 kalori. Tabel 2 menyajikan makanan yang mengandung 80 kalori per unitnya. Misalnya, seorang pasien yang memerlukan 1.600 kalori per harinya, akan mendapat makanan 20 unit sehari senilai 80 kalori setiap unitnya. Jumlah 20 unit terbagi atas sarapan empat unit, makanan kecil (pk. 10.00) dua unit, makan siang enam unit, makanan kecil (pk. 16.00) dua unit, dan makan malam enam unit.

Tabel di bawah ini yang menunjukkan contoh lima kelompok makanan: makanan pokok, lauk pauk, sayuran, makanan ringan/siap santap, buah-buahan, dan minuman.

Jenis makanan
   

A
   

B
   

C

Makanan pokok

Lauk pauk

Sayuran

Siap santap

Buah-buahan Makanan ringan

Minuman
   

nasi

pepes ikan

sayur bening

ketoprak

apel

lemper

teh/kopi
   

roti

sate

lodeh

hamburger

pisang

kroket

es campur
   

kentang goreng

rendang

buntil

pizza

anggur

lapis legit

minuman ringan

Makanan dalam kelompok A bisa dibilang berkomposisi paling baik, karena mengandung serat dan atau rendah hidrat arang olahan serta rendah lemak. Sementara golongan C kurang baik karena kandungan gulanya tinggi, rendah atau tanpa serat, dan terlalu banyak lemak. Jadi, dianjurkan untuk memilih A atau B, bukan C. Nasi lebih baik daripada bubur, karena kandungan serat lebih baik sehingga lebih lama bertahan di usus. Pemanis gula bisa diganti dengan pemanis buatan.

Di sini diberikan pula contoh menu yang dapat diikuti (20 unit atau 1.600 kalori):

Makan pagi

Setangkap roti tawar

Sebutir telur ayam

1 sendok teh selai

1 gls susu skim
   

1,50 unit

1,25 unit

0,25 unit

0,75 unit

Selingan (di kantor):

Arem-arem

Teh tanpa gula
   

2,75 unit

Makan siang:

Nasi putih

Daging cah kembang kol

Sayur bening bayem

Pepaya
   

1,25 unit

3,00 unit

0,25 unit

0,50 unit

Selingan sore

Serabi pandan (kue basah)

1 gls jus melon
   

1,75 unit

0,50 unit

Makan malam

Nasi, sayur, daging, ikan goreng, gado-gado

1 gls jus tomat
   

3,75 unit

0,25 unit

Selingan malam

1 pisang ambon
   

1,25 unit

Dengan melakukan diet yang teratur dan disiplin pasti kadar gula dapat dikendalikan.

Jangan lupa olahraga

Selain memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita harus melakukan latihan fisik. Pada prinsipnya olahraga bagi penderita diabetes tidak berbeda dengan yang untuk orang sehat. Juga antara penderita baru atau pun lama. Olahraga itu terutama untuk membakar kalori tubuh, sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi. Dengan demikian kadar gulanya bisa turun.

“Saya punya banyak pasien diabetes. Hanya dengan latihan olahraga mereka sanggup hidup seperti orang-orang sehat tanpa obat,” papar dr. Hario Tilarso. Lebih baik menyembuhkan secara alamiah, itu prinsipnya. Kalau dengan latihan, gula darahnya bisa turun, mengapa harus dengan obat. Obat baru diberikan kalau penurunannya alot sehingga dikhawatirkan timbul komplikasi macam-macam.

“Pengalaman saya menunjukkan, orang-orang yang tidak tergantung insulin, bisa turun kadar gulanya hanya dengan exercise. Bahkan, ketika menghadiri pesta, penderita diabetes bisa makan banyak. Tapi, besoknya dia harus lari untuk membakar kalori yang telah masuk,” katanya.

Penderita diabetes yang telah lama dikhawatirkan bisa mengalami arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Namun, dengan berolahraga timbunan kolesterol di pembuluh darah akan berkurang, sehingga risiko terkena penyakit jantung juga menurun.

Menurut dokter olahraga di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) DKI Jaya ini, sebaiknya jenis olahraga bagi penderita diabetes dipilih yang memiliki nilai aerobik tinggi, macam jalan cepat, lari (joging), senam aerobik, renang, dan bersepeda. Jenis olahraga lainnya, tenis, tenis meja, bahkan sepakbola, pun boleh dilakukan asal dengan perhatian ekstra.

FID (frekuensi, intensitas, dan durasi) olahraga bagi penderita diabetes pada prinsipnya tidak berbeda dengan yang diterapkan untuk orang sehat. Frekuensi berolah raga adalah 3 – 5 kali seminggu. “Sebaiknya, dipilih waktu yang tepat karena panas matahari bisa membakar kalori lebih banyak. Ini berbahaya karena bisa menyebabkan hipoglikemia, kekurangan gula darah,” jelas dr. Hario.

Cuma, penderita yang menggunakan suntikan insulin harus hati-hati. Harus diperhatikan waktu puncak kerja insulin yang disuntikkan. “Jangan sampai saat puncak insulin bekerja, penderita berolahraga. Saat itu kadar gula darah akan banyak turun. Kalau ditambah latihan, bisa tambah turun lagi, bisa kena hipoglikemia,” katanya.

Jadi, insulin yang digunakan harus diketahui dulu kerjanya, short acting atau long acting. Biasanya, berdasarkan kondisi penderita, dokter menentukan jenis insulin yang diberikan. Nah, jadwal olahraganya disesuaikan dengan kerja insulin itu.

Intensitasnya berkisar 60 – 75% DSM (denyut nadi maksimal, yang perhitungannya 220 – umur dalam tahun). Durasinya kira-kira 60 menit setiap kali berolahraga pada zone latihan. Untuk penderita diabetes yang berbadan gemuk, durasinya bisa ditambah, misal 90 menit. “Dengan penambahan lama latihan, tidak cuma gula darah yang berkurang, lemak tubuh pun ikut dibakar,” tutur dr. Hario.

Bila kepala melayang

Latihan beban juga dianjurkan untuk penderita diabetes. “Di samping memelihara kadar gula darah, penderita juga memelihara massa ototnya agar ototnya tetap kokoh, sehingga bisa tetap produksi seperti yang lain,” katanya.

Khusus yang sudah sangat parah, misalnya saraf kakinya sudah terganggu, dipilih olahraga yang ringan dan tidak terlalu banyak serta keras benturannya. Misalnya bersepeda. Itu pun harus hati-hati, terutama kalau sudah sampai terjadi retinopati diabetik (gangguan retina mata), karena kemungkinan terjadinya perdarahan sangat besar. Bila penyakitnya lebih parah, misalnya dengan kadar gula di atas 400 yang tak memungkinkannya bergerak aktif, penanganannya lebih diserahkan pada dokter penyakit dalam. “Pilihannya memang agak sulit. Kita harus bekerja secara interdisiplin. Jadi, yang bisa berolahraga hanya mereka yang betul-betul masih aktif, tidak ada keterbatasan pada musculuskeletal, tidak ada atritis, dan keterbatasan lainnya.”

Sedangkan penderita diabetes berbadan gemuk, jenis olahraganya dikombinasikan dengan latihan untuk obesitas. “Biasanya, lamanya tidak satu jam, melainkan dua jam misalnya. Maksudnya, supaya pembakarannya lebih banyak, gula darahnya turun, dan lemak tubuhnya berkurang. Kalau dia betul-betul menuruti aturan, semuanya tidak masalah,” katanya.

Dalam melakukan olahraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kadar gula darah penderita saat melakukan olahraga harus berada pada kisaran 100 – 300 mg/dl. “Lebih dari 300 mg/dl dikhawatirkan terjadi ketosis (kelebihan keton dalam jaringan), misalnya. Penderita dengan kadar gula yang terlalu rendah juga dilarang melakukan latihan. Sementara jika kadar gulanya sudah normal lalu melakukan olahraga, ditakutkan malah terjadi hipoglikemia.” Supaya aman, katanya, penderita harus berolahraga bersama orang lain. Kalau ada apa-apa, ada yang bisa membantu.

Penderita diabetes sebaiknya juga berbekal sedikit makanan atau minuman yang manis-manis. Boleh roti manis, permen, teh manis. “Kalau kepala sudah mulai melayang, langsung saja makan atau minum bekal itu secukupnya. Juga bila keringat dingin sudah mulai keluar. Kepala melayang dan keringat dingin itu menunjukkan gula darahnya sudah turun berlebih,” papar Hario.

Pada penderita diabetes, kalau kebanyakan gula bisa menimbulkan hiperglikemia dan ini bisa membuat keracunan. Tapi ini efeknya lama. Yang cepat pengaruhnya dan bisa menimbulkan kematian justru hipoglikemia.

Mereka yang memilih jenis olahraga yang memerlukan waktu lama, macam tenis lapangan atau sepakbola, sebaiknya setiap 30 menit mengkonsumsi glukosa (makanan atau minuman manis). Dengan cara itu kadar gula darahnya bisa dijaga agar tidak terlalu turun. Yang perlu diperhatikan pula saat berolahraga adalah cuaca. Pada cuaca sangat panas, penyerapan insulin banyak sekali. Berarti gula darah lebih terserap lagi.

Menjaga kebersihan dan kesehatan kaki juga penting dalam berolahraga. Ketika sedang joging atau jalan, kaki akan bergesekan dengan sepatu. Karena itu, kaus kaki yang dikenakan harus bersih. Sepatu pun harus yang lunak bagian dalamnya untuk menghindari lecet. Pakailah sepatu sesuai penggunaannya.

Dengan rajin berolahraga ditambah mengatur menu makanan serta mengontrol kadar gula darah secara teratur, komplikasi akibat diabetes dapat dihindari.

Tuesday, October 14, 2014

Tumis Tahu Cabai Hijau



Bahan-bahan :

    6 buah tahu yang sudah digoreng, dibelah dua berbentuk segitiga.
    12 buah cabai hijau utuh (tdk dibuang tangkainya, dibelah tengahnya sedikit saja, jangan sampai terputus).
    1 buah bawang bombay ukuran kecil, dirajang halus (kalu tidak ada bisa diganti dengan bawang merah 5 siung)
    5 siung bawang putih dirajang halus
    1 ruas jahe, diiris tipis
    1 buah tomat, dibelah menjadi empat bagian
    2 lembar daun salam
    1 bungkus royco (sesuai selera)
    1 sdm kecap manis
    1/2 gelas air (sesuai selera)
    garam secukupnya
    1 sdt gula pasir (boleh pakai/tidak)
    3 sdm minyak sayur untuk menumis
    Bawang goreng untuk taburan secukupnya.

Cara Membuat :
Panaskan minyak sayur, tumis terlebih dahulu bawang bombay, setelah layu masukan irisan bawang putih, tumis hingga harum. Masukan irisan jahe, daun salam, cabai hijau dan tomat kemudian masukan potongan tahu setelah agak keluar air masukan garam, royco, kecap manis dan gula pasir. Tambahkan sedikit air (sesuai selera. Cicipi jika bumbu sudah meresap angkat, taburi dengan bawang goreng.

Saturday, October 11, 2014

Soto Grombyang (Pemalang)


Bahan:
500 gram daging sandung lamur, dipotong kotak2 cm
50 gram kelapa setengah tua, dikupas lalu diparut kasar
3 sendok makan taoco
2 lembar daun salam
3 batang serai, dimemarkan
1500 ml
5 sendok makan bawang goreng

Bumbu halus:
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah kluwek diambil dagingnya
1 sendok makan + 2 sendok teh garam
3 sendok teh gula merah

Cara membuat :
1. Sangrai kelapa parut hingga kecokelatan, sisihkan.
2. Rebus daging, taoco, daun salam, serai, kelapa sangrai, dan bumbu halus.
3. Masak sampai bumbu meresap dan daging lunak.
4. Sajikan dengan bawang goreng.

Untuk 6 porsi

Sate Manis Goreng (Malang)

Untuk 4 Porsi

BAHAN:
400 gram Daging has dalam
20 gram Bawang putih, kupas dan iris tipis
30 gram Daun bawang, iris halus
15 gram Ketumbar, haluskan
5 gram jinten
20 gram Gula merah
15 gram Asam jawa
4 sdm Kecap Manis ABC
1 sdm kecap inggris ABC
Secukupnya Garam
200 mililiter Minyak goreng
10 gram Bawang goreng, taburan

CARA MEMBUAT:
Potong daging seperti potongan sate kemudian di seduh dengan air panas sebentar, kemudian angkat,
Tumis bawang putih dan daun bawang hingga harum kemudian angkat dan campurkan dengan kecap manis ABC, kecap inggris ABC, gula, ketumbar, asem jawa, dan garam,
Campurkan daging kedalam bumbu yang sudah disiapkan, diremas-remas pada bumbu, diamkan beberapa saat agar bumbu rata meresap,
Panaskan minyak goreng, lalu goreng daging hingga matang
Sajikan sate manis, taburi dengan bawang goreng.

Friday, October 10, 2014

Sambal Ikan Teri Asin (Nusa Tenggara Timur)





Bahan:

* 5 buah cabai rawit, iris kasar
* 3 buah jeruk nipis mentah yang berwarna hijau, iris kecil-kecil bentuk dadu
* 3 siung bawang merah, iris halus
* 3 tangkai daun kemangi, ambil daunnya
* 2 buah tomat mengkal, iris dadu
* 1 sdt garam
* 1 sdm teri nasi, rendam air panas, tiriskan

Cara Membuat:

* Campur semua bahan, aduk hingga rata.
* Diamkan ± 1/2 jam sampai teri meresap bumbu
* Hidangkan